5.28.2009

Kekerasan Berbasis Budaya



Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat. Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut selalu dibiasakan dalam kehidupan seseorang sehingga tak heran perubahan akan sulit dilakukan.

Kekerasan yang muncul dalam praktik intern suatu budaya merupakan jenis kekerasan yang paling sulit diidentifikasi, terlebih untuk ditangani. Hal ini disebabkan karena kekerasan tersebut sudah membudaya di masyarakat. Sebagai contoh, banyak kekerasan domestik yang terjadi karena rasa tertekan, merasa bahwa perceraian menjadi suatu hal yang biasa tetapi konsultasi kepada konsultan perkawinan juga dianggap membocorkan rahasia keluarga. Akibatnya terjadilah KDRT. Contoh lain adalah pada saat saya kecil, saya masih menyaksikan pemasungan anggota keluarga tetangga saya yang mengalami gangguan mental. Tetangga saya tersebut merasa malu membawa anaknya berobat dan lebih memilih mengurungnya dengan jalan membelenggu tangan dan kakinya dengan gelondongan kayu dan rantai di kamar.

Dari contoh diatas, kita ketahui bahwa praktik-praktik tradisional yang mengakar di masyakat dewasa ini membatasi hak-hak manusia serta sering mengakibatkan penderitaan mereka karena adanya kekerasan dan bahkan kematian tetap tersebar luas di seluruh kawasan. Untuk itu dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya tidak boleh dijadikan dasar alasan bagi seseorang untuk menindas hak maupun harga diri seseorang sebab pada dasarnya manusia berkedudukan sama di depan Tuhan.Hal inilah yang menjadikan landasan agar setiap pihak dapat saling menghargai perannya masing-masing didalam kehidupan ini, baik dia adalah seorang laki-laki maupun perempuan.



5.24.2009

PACARAN ISLAMI

Warning ………
Ini Cuma sekedar info yang ku peroleh.
Jangan asal percaya ya!!!!!


Apa yang dimaksud dengan “pacaran”?
Apakah Pacaran sesudah menikah lebih nikmat? Lebih nikmat daripada sebelum menikah? Tidak. “Pacaran sesudah menikah” Itu mustahil terjadi apabila kita kembalikan makna kata pacaran ke makna aslinya, yaitu persiapan sebelum menikah.
Inilah definisi “pacaran” yang baku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Apakah pada orang yang pacaran, harus terdapat perilaku saling mengakui pasangan sebagai pacar? Begitukah definisi “pacaran” yang benar.
Apakah pada orang yang pacaran, harus terdapat aktivitas seksual? “Haruskah saya berhubungan seksual dengan pacar saya? Pacaran bukanlah seperti membuka buku sampai lecek dan lusuh
Apa pun definisi atau pengertian Anda tentang “pacaran”, Kenali dan jalani pacaran yang islami!
Mengapa pacaran?
• Karena Nabi Muhammad pun pernah pacaran dengan Khadijah, tetapi secara islami.
• Supaya Siap Menikah menurut sudut pandang psikiatri dan agama
• Karena ada 12 Alasan Mengapa Bercinta Sebelum Menikah menurut Abdul Halim Abu Syuqqah (ulama Ikhwanul Muslimin)
• Untuk mengamalkan Konsep mencari jodoh secara Islami
Halal-Haram Pacaran (Dalil Mana Yang Lebih Kuat?) Yang lebih kuat adalah yang menghalalkan pacaran. Kalau tak percaya, silakan periksa Bantahan terhadap Penentang Dalil Pacaran dan juga Hukum Pacaran dalam Islam
Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh? Walau sudah ditakdirkan Allah, Dia telah mempersilakan kita untuk berusaha supaya Dia mengubah takdir-Nya. Rasulullah pun telah mengajarkan doa istikharah yang isinya mengandung permohonan mengubah takdir-Nya.
Mengapa bukan sekadar taaruf?
• Karena para ulama terpercaya menyeru kita: Berilah kemudahan bercinta daripada mencegah zina secara berlebihan!
• Karena pada kenyataannya, pacaran tidaklah identik dengan “mendekati zina”, seperti Ciuman dengan Pacar
Taaruf dan pacaran islami: Mana yang lebih efektif? Pada umumnya, pacaran islami itu lebih efektif. Kurang efektifnya taaruf itu dapat kita saksikan contohnya pada kasus Taaruf Unik yang lucu. Karena kita waspada, jangan-jangan… Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!! Sejumlah konsep taaruf ternyata menetapkan aturan atau pembatasan yang bukan berasal dari Allah dan Rasul-Nya
Karena kita waspada pula, jangan-jangan… Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren? Pada kenyataannya, untuk pranikah, Islam tidak mensyariatkan taaruf. Yang diajarkan adalah tanazhur (menaruh perhatian), yang kita sebut sebagai pacaran islami.
Bagaimana cara mencegah/mengatasi masalah pacaran?
• Kenali secermat-cermatnya apa Yang Sesungguhnya Diinginkan Cewek/Cowok
• Cara Menolak Permintaan Si Dia
• Gunakan Jurus-jurus penangkal zina supaya selamat dari “zina hati”, “zina mata”, “zina tangan”, dan sebagainya
• Meskipun cinta itu misterius, ada sebuah Cara Praktis Mendeteksi Kesungguhan Cintanya
• Hadapi dengan bijaksana kalau diancam oleh ortu atau kakak, “Kalau sampai ketahuan, awas kamu!“
• Ambil sikap terbaik Bila Anda Ditentang untuk Pacaran
• Cara “melupakan” si dia
Apa saja kiat pacaran sehat?
• Taaruf dengan ikhwan, perlu tanya apa sajakah? Tidak banyak. Hanya saja, bedakanlah antara apa yang perlu diketahui dan apa yang perlu ditanyakan!
• Penuhi Tiga Syarat Utama Tumbuhnya Cinta Romantis: suasana kondusif, kepribadian cocok, getaran hati
• Lakukan pada Saat-Saat Terbaik untuk PDKT: suasana kondusif. Lakukan pada Saat-Saat Terbaik untuk Pacaran: saat syetan “dibelenggu”
• Gunakan Gaya Pacaran Yang Paling Efektif: menyimak (mendengarkan secara aktif/produktif). Untuk itu, terapkan 10 Kiat Menjadi Pendengar Yang Baik
• Aktivitas Terpenting Pacaran Islami, tanazhur (saling menaruh perhatian), bukan berduaan
• Terapkan Kiat Menulis Surat Cinta Romantis seindah-indahnya
• Manfaatkan Agen Cinta yang mendekatkan Anda dengan si dia
• Patuhi Panduan Pacaran dari Ibnu Hazm, Ibnu Qayyim, dan Abu Syuqqah
Bagaimana kalau kaum santri pacaran?
• Bila Aktivis Dakwah Lakukan Pacaran, mereka bisa menjadi teladan bagi orang-orang awam
• Kalau aktivis dakwah lakukan taaruf yang tidak islami… taubat, dong!
• Pacaran Islami ala Aktivis Tarbiyah alias ikhwan-akhwat ternyata sejalan dengan konsep pacaran islami di blog ini
Inilah contoh bahwa ustadz pun pacaran (secara islami)
Ada pula contoh adegan pacaran Zaskia A Mecca
Apa fatwa ulama yang berkaitan dengan pacaran?
• Haramkah “jalan menuju zina”? Tidak selalu
• Haramkah menyentuh lawan-jenis non-muhrim? Tidak selalu
• Sentuhan sebagai Ekspresi Cinta (Menurut Sunnah Nabi) ada syaratnya
• Bolehkah laki-laki memandang perempuan? Boleh, asalkan memenuhi syarat
• Bagaimana mengamalkan hadits-hadits tentang berduaan? Antara yang melarang dan membolehkan itu perlu disatukan

MENGENAL PERANGKAT KERAS TIK


A. Perangkat keras

Hampir seluruh aspek kehidupan manusia saat ini tidak dapat dilepaskan dari teknologi, khususnya teknologi komputer. Dapat dilihat bahwa untuk menuliskan suatu dokumen, orang cenderung sudah meninggalkan mesin ketik manual dan sudah digantikan perannya oleh komputer. Kasir di suatu pertokoan besar (supermarket) sudah menggunakan peralatan otomatis berupa komputer yang didisain khusus untuk keperluan itu. Kumpulan lagu-lagu yang sebelumnya hanya dapat didengarkan melalui media kaset atau piringan hitam, saat ini sudah mulai dikemas dalam bentuk compact disk (CD) yang dapat didengarkan dengan menggunakan komputer multimedia. Belum lagi perkembangan teknologi komputer di bidang kesehatan yang maju sangat pesat untuk membantu diagnosa penyakit dan proses penyembuahnnya. Dan masih banyak lagi bidang-bidang kehidupan manusia yang saat ini sudah menggunakan peralatan komputer.

Definisi Komputer Istilah komputer mempunyai arti yang luas dan berbeda bagi setiap orang. Istilah komputer (computer) diambil dari bahasa Latin computare yang berarti menghitung (to compute atau to reckon).

Menurut Blissmer (1985), komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi.

Sedangkan menurut Sanders (1985), komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan di dalam memori. Dan masih banyak lagi ahli yang mencoba mendefinisikan secara berbeda tentang komputer. Namun, pada intinya dapat disimpulkan bahwa komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis.

Dari definisi tersebut terdapat tiga istilah penting, yaitu input (data), pengolahan data, dan informasi (output). Pengolahan data dengan menggunakan komputer dikenal dengan nama pengolahan data elektronik (PDE) atau elecronic data processing (EDP). Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan (fakta), dapat berupa angka-angka, huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan dari ketiganya. Data masih belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut.

Pengolahan data merupakan suatu proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berati, yaitu berupa suatu informasi. Dengan demikian, informasi adalah hasil dari suatu kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih bermakna dari suatu fakta. Oleh karena itu, pengolahan data elektronik adalah proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih bermakna berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik, yaitu komputer.

Sistem Komputer

Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.

Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan komputer itu sendiri, perangkat lunak adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.

Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa, hanya berupa benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi jika tidak ada manusia yang mengoperasikannya.

Perangkat Keras adalah bagian2 dari material komputer. Komponen2 ini mempunyai massa dan akan diinstalasi dengan obeng. Setiap perangkat keras memiliki garansi .

Sedangkan Perangkat Lunak adalah kebalikan dari Perangkat Keras yakni bagian2 yg non material dari komputer. Seperti : BIOS, Sistem operas dan program-program. Perangkat Lunak akan diinstalasikan ke dalam komputer melalui'Keyboard" dan "Mouse".Tidak ada perusahaan pembuat perangkat lunak yg bisa memberikan garansi bahwa perangkat lunaknya 100% tidak memiliki kesalahan.

Pengenalan Hardware Komputer Secara ringkas maka sistem komputer terdiri atas tiga bagian penting yaitu

  1. Perangkat keras: Unit pemrosesan sentral (CPU)/Perangkat keras: Prosesor
  2. Perangkat keras: Memori ROM dan RAM
  3. Perangkat keras: Input/Output

Dimana bagian CPU/Processor, Memori dan Port I/O terletak (terpasang) pada Mother Board, selanjutnya akan diperinci bagian-bagian dari Komputer tersebut :

Central Processing Unit / Processor

Merupakan bagian utama dari komputer karena processor berfungsi untuk mengatur semua aktifitas yang ada pada komputer. Satuan kecepatan dari processor adalah MHz (Mega Hertz) atau GHz(1000 MegaHertz), dimana semakin besar nilainya semakin cepat proses eksekusi pada komputer.

Memori

Memori berfungsi untuk menyimpan data dan program. Memori beraneka tipe dari yang tercepat aksesnya sampai yang terlambat.

  • Tercepat: Chace Memory dan Main Memory
  • Terlambat: Sekunder Memory

Selain menyatakan hubungan kecepatan, hirarki tersebut juga menyatakan hubungan – hubungan lain, yaitu :

  • Hubungan Harga : Semakin kebawah adalah harganya semakin murah. (Harga dihitung berdasarkan rupiah per bit data disimpan).
  • Hubungan Kapasitas : Semakin keatas umumnya kapasitasnya semakin terbatas.
  • Hubungan frekuensi pengaksesan : Semakin keatas semakin tinggi frekuensi pengaksesan.

Setiap kali pemroses melakukan eksekusi, pemroses harus membaca instruksi dari memori utama. Agar intruksi dapat dilakukan secara cepat maka harus diusahakan instruksi tersedia di memori pada hirarki berkecepatan akses lebih tinggi. Kecepatan eksekusi ini akan meningkatkan kinerja system. Untuk itu terdapat konsep memori dua level, yaitu ditampung dulu sementara di memori pada hirarki lebih tinggi.

B. Peralatan Pendukung Komputer

Untuk menghidupkan dan mematikan komputer, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu prosedur yang benar. Sebelum melakukan prosedur menghidupkan dan mematikan komputer, agar kelak kita dapat bekerja dengan nyaman, ada beberapa peralatan-peralatan tambahan yang dibutuhkan yaitu :

  • Instalasi Listrik yang baik, Instalasi listrik yang baik akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna komputer, gunakan kabel power untuk komputer yang benar-benar bagus kuat terhadap panas. Hindari penggunaan sumber power bersama-sama dengan peralatan elektronik lainnya, Hindari penggunaan kabel rol (gulung) karena kabel-kabel tersebut biasanya tidak kuat terhadap panas dan menyebabkan terjadinya konsleting atau kebakaran.
  • Stabilizer, Alat ini berfungsi untuk menstabilkan tegangan listrik yang masuk ke power supply komputer. Kita tidak mengetahui kalau tegangan listrik yang kita gunakan terkadang mengalami penurunan atau penaikan daya secara tiba-tiba, dengan menggunakan stabilizer hal tersebut dapat diantisipasi. Biasanya dalam stabilzer terdapat sikring, dan apabila tegangan yang masuk tiba-tiba mengalami kenaikan daya yang berlebihan biasanya sikring stabilizer akan putus sehingga komputer anda tetap terlindungi.
  • Uninteruptible Power Supply (UPS), Alat ini sebagai cadangan power (battery) apabila terjadi padam lampu. Untuk personal computer (PC) dimana hanya satu komputer, kita dapat menggunakan UPS portable dimana UPS ini dapat menyimpan power sekitar 3 s.d 5 Jam sehingga kita dapat melanjutkan pekerjaan.
  • Air Conditioner (AC), Sebenarnya alat ini sebagai pendingin ruangan, tapi alat ini sangat bermanfaat untuk mengurangi panas dalam komputer. Terutama laboratorium komputer yang terdiri dari beberapa komputer, perlu sekali menggunakan AC. Dengan AC komponen elektronik yang terdapat di dalam komputer akan tetap terjaga dengan aman yaitu tidak mengalami panas yang berlebihan.

PANDUAN TEKNIS PERALATAN TIK

PANDUAN TEKNIS PERALATAN TIK

A. SPESIFIKASI PAKET PERANGKAT LUNAK

No

Nama Peralatan Perangkat Lunak

Keterangan Detail / Spesifikasi

Jumlah

1

Aplikasi Sumber Belajar Matematika

Lisensi

Perpetual atau sekali pembelian untuk sekolah bukan dalam bentuk lisensi yang harus diperbaharui setiap durasi tertentu

1

Skope Lisensi

Pembelian aplikasi mencakup penggunaan lisensi untuk sekolah dengan jumlah komputer tak terbatas dan penggunaan rumah oleh siswa.

Substansi Aplikasi

Harus sesuai dengan SI dan SKL pada mata pelajaran Matematika SMP dari kelas 7 s.d. kelas 9 dapat dibuktikan dengan adanya matriks kesesuaian antar topik yang ada di SI dan SKL dengan fitur bahasan yang di-miliki oleh aplikasi Matematika tersebut serta menerapkan proses belajar sesuai dengan SNP.

Penggunaan oleh Guru

Memiliki model matematika yang sudah jadi yang sesuai dengan SI dan SKL Matematika SMP yang dapat digunakan guru dalam mengajar ma-tematika di kelas 7 hingga kelas 9, dan juga harus dapat digunakan oleh guru dalam membantu mengembangkan model bahan ajar matematika yang baru sesuai dengan kreativitas guru. Luaran akhir bahan ajar hasil pengembangan dan kreativitas guru dengan menggunakan aplikasi ini harus dapat berbentuk model simulasi dan beranimasi secara baik dan benar dalam menjelaskan konsep matematika dan model akhir dapat dijadikan bahan ajar di kelas serta didistribusikan kepada siswa untuk dipelajari di rumah.

Bahasa

Aplikasi memiliki bahasan dalam dua bahasa, di mana versi bahasa Inggris akan digunakan pada Rintisan SMP Bertaraf Internasional, dan versi yang sama dalam bahasa Indonesia digunakan untuk sekolah SMP bertaraf Nasional atau yang lainnya.

Penggunaan oleh Siswa

Harus dapat digunakan secara langsung oleh siswa sebagai sumber belajar dan pengayaan baik di sekolah maupun di rumah.

Pelatihan Guru Matematika

Pelatihan selama minimum 16 jam yang mencakup pelatihan penggunaan bahan ajar matematika dengan aplikasi ini dalam pembelajaran di kelas serta proses pengembangan bahan ajar baru.

No

Nama Peralatan Perangkat Lunak

Keterangan Detail / Spesifikasi

Jumlah

2

Aplikasi Sumber Belajar IPA Cakupan Fisika

Lisensi

Perpetual atau sekali pembelian untuk sekolah bukan dalam bentuk lisensi yang harus diperbaharui setiap durasi tertentu

1

Skope Lisensi

Pembelian aplikasi mencakup penggunaan lisensi untuk sekolah dengan jumlah komputer tak terbatas dan penggunaan rumah oleh siswa.

Substansi Aplikasi

Harus sesuai dengan SI dan SKL pada mata pelajaran IPA dengan cakupan Fisika SMP dari kelas 7 s.d. kelas 9 dapat dibuktikan dengan adanya matriks kesesuaian antar topik yang ada di SI dan SKL dengan fitur bahasan yang dimiliki oleh aplikasi IPA : Fisika tersebut serta menerapkan proses belajar sesuai dengan SNP.

Penggunaan oleh Guru

Memiliki model IPA dengan cakupan Fisika yang sudah jadi yang sesuai dengan SI dan SKL IPA : Fisika SMP yang dapat digunakan guru da-lam mengajar IPA Fisika di kelas 7 hingga kelas 9, dan juga harus dapat digunakan oleh guru dalam membantu mengembangkan model bahan ajar IPA :Fisika yang baru sesuai dengan kreativitas guru. Luaran akhir bahan ajar hasil pengembangan dan kreativitas guru dengan menggu-nakan aplikasi ini harus dapat berbentuk model simulasi dan beranimasi secara baik dan benar dalam menjelaskan konsep IPA : Fisika dan model akhir dapat dijadikan bahan ajar di kelas serta didistribusikan kepada siswa untuk dipelajari di rumah.

Bahasa

Aplikasi memiliki bahasan dalam dua bahasa, di mana versi bahasa Inggris akan digunakan pada Rintisan SMP Bertaraf Internasional, dan versi yang sama dalam bahasa Indonesia digunakan untuk sekolah SMP bertaraf Nasional atau yang lainnya.

Penggunaan oleh Siswa

Harus dapat digunakan secara langsung oleh siswa sebagai sumber belajar dan pengayaan baik di sekolah maupun di rumah.

Pelatihan Guru IPA Fisika

Pelatihan selama minimum 16 jam yang mencakup pelatihan penggunaan bahan ajar IPA: Fisika dengan aplikasi ini dalam pembelajaran di kelas serta proses pengembangan bahan ajar baru.

No

Nama Peralatan Perangkat Lunak

Keterangan Detail / Spesifikasi

Jumlah

3

Aplikasi Sumber Belajar IPA Cakupan Kimia Materi dan Perubahan

Lisensi

Perpetual atau sekali pembelian untuk sekolah bukan dalam bentuk lisensi yang harus diperbaharui setiap durasi tertentu

1

Skope Lisensi

Pembelian aplikasi mencakup penggunaan lisensi untuk sekolah dengan jumlah komputer tak terbatas dan penggunaan rumah oleh siswa.

Substansi Aplikasi

Harus sesuai dengan SI dan SKL pada mata pelajaran IPA dengan cakupan Kimia SMP dari kelas 7 s.d. kelas 9 dapat dibuktikan dengan adanya matriks kesesuaian antar topik yang ada di SI dan SKL dengan fitur bahasan yang dimiliki oleh aplikasi IPA : Kimia tersebut serta menerapkan proses belajar sesuai dengan SNP.

Penggunaan oleh Guru

Memiliki model IPA dengan cakupan Kimia yang sudah jadi yang sesuai dengan SI dan SKL IPA : Kimia SMP yang dapat digunakan guru da-lam mengajar IPA Kimia di kelas 7 hingga kelas 9, dan juga harus dapat digunakan oleh guru dalam membantu mengembangkan model bahan ajar IPA : Kimia yang baru sesuai dengan kreativitas guru. Luaran akhir bahan ajar hasil pengembangan dan kreativitas guru dengan menggu-nakan aplikasi ini harus dapat berbentuk model simulasi dan beranimasi secara baik dan benar dalam menjelaskan konsep IPA : Kimia dan model akhir dapat dijadikan bahan ajar di kelas serta didistribusikan kepada siswa untuk dipelajari di rumah.

Bahasa

Aplikasi memiliki bahasan dalam dua bahasa, di mana versi bahasa Inggris akan digunakan pada Rintisan SMP Bertaraf Internasional, dan versi yang sama dalam bahasa Indonesia digunakan untuk sekolah SMP bertaraf Nasional atau yang lainnya.

Penggunaan oleh Siswa

Harus dapat digunakan secara langsung oleh siswa sebagai sumber belajar dan pengayaan baik di sekolah maupun di rumah.

Pelatihan Guru IPA Kimia

Pelatihan selama minimum 16 jam yang mencakup pelatihan penggunaan bahan ajar IPA dengan cakupan Kimia dengan aplikasi ini dalam pembelajaran di kelas serta proses pengembangan bahan ajar baru.

No

Nama Peralatan Perangkat Lunak

Keterangan Detail / Spesifikasi

Jumlah

4

Aplikasi Sumber Belajar IPA Cakupan Biologi

Lisensi

Perpetual atau sekali pembelian untuk sekolah bukan dalam bentuk lisensi yang harus diperbaharui setiap durasi tertentu

1

Skope Lisensi

Pembelian aplikasi mencakup penggunaan lisensi untuk sekolah dengan jumlah komputer tak terbatas dan penggunaan rumah oleh siswa.

Substansi Aplikasi

Harus sesuai dengan SI dan SKL pada mata pelajaran IPA dengan cakupan Biologi SMP dari kelas 7 s.d. kelas 9 dapat dibuktikan dengan adanya matriks kesesuaian antar topik yang ada di SI dan SKL dengan fitur bahasan yang dimiliki oleh aplikasi IPA dengan cakupan Biologi tersebut serta menerapkan proses belajar sesuai dengan SNP.

Penggunaan oleh Guru

Memiliki model IPA dengan cakupan Biologi yang sudah jadi yang sesuai dengan SI dan SKL IPA : Biologi SMP yang dapat digunakan guru dalam mengajar IPA :Biologi di kelas 7 hingga kelas 9, dan juga harus dapat digunakan oleh guru dalam membantu mengembangkan model bahan ajar IPA : Biologi yang baru sesuai dengan kreativitas guru. Luaran akhir bahan ajar hasil pengembangan dan kreativitas guru dengan menggu-nakan aplikasi ini harus dapat berbentuk model simulasi dan beranimasi secara baik dan benar dalam menjelaskan konsep IPA dengan cakupan Biologi dan model akhir dapat dijadikan bahan ajar di kelas serta didistribusikan kepada siswa untuk dipelajari di rumah.

Bahasa

Aplikasi memiliki bahasan dalam dua bahasa, di mana versi bahasa Inggris akan digunakan pada Rintisan SMP Bertaraf Internasional, dan versi yang sama dalam bahasa Indonesia digunakan untuk sekolah SMP bertaraf Nasional atau yang lainnya.

Penggunaan oleh Siswa

Harus dapat digunakan secara langsung oleh siswa sebagai sumber belajar dan pengayaan baik di sekolah maupun di rumah.

Pelatihan Guru IPA Biologi

Pelatihan selama minimum 16 jam yang mencakup pelatihan pengguna-an bahan ajar IPA dengan cakupan Biologi dengan aplikasi ini dalam pembelajaran di kelas serta proses pengembangan bahan ajar baru.

No

Nama Peralatan Perangkat Lunak

Keterangan Detail / Spesifikasi

Jumlah

5

Aplikasi Sumber Belajar TIK/ Ketrampilan/ Teknologi Dasar

Lisensi

Perpetual atau sekali pembelian untuk sekolah bukan dalam bentuk lisensi yang harus diperbaharui setiap durasi tertentu

1

Skope Lisensi

Pembelian aplikasi mencakup penggunaan lisensi untuk sekolah dengan jumlah komputer tak terbatas dan penggunaan rumah oleh siswa.

Substansi Aplikasi

Harus sesuai dengan SI dan SKL pada mata pelajaran TIK/Ketrampilan atau PTD SMP dari kelas 7 s.d. kelas 9 dapat dibuktikan dengan adanya matriks kesesuaian antar topik yang ada di SI dan SKL dengan fitur bahasan yang dimiliki oleh aplikasi teknologi tersebut serta menerapkan proses belajar sesuai dengan SNP.

Penggunaan oleh Guru

Memiliki model yang sudah jadi yang sesuai dengan SI dan SKL TIK/Ketrampilan SMP yang dapat digunakan guru dalam membantu mengembangkan model bahan ajar yang baru sesuai dengan kreativitas guru. Luaran akhir bahan ajar hasil pengembangan dan kreativitas guru dengan menggu-nakan aplikasi ini harus dapat berbentuk model simulasi dan beranimasi secara baik dan benar dalam menjelaskan konsep TIK/Ketrampilan dan model akhir dapat dijadikan bahan ajar di kelas serta didistribusikan kepada siswa untuk dipelajari di rumah.

Bahasa

Aplikasi memiliki bahasan dalam dua bahasa, di mana versi bahasa Inggris akan digunakan pada Rintisan SMP Bertaraf Internasional, dan versi yang sama dalam bahasa Indonesia digunakan untuk sekolah SMP bertaraf Nasional atau yang lainnya.

Penggunaan oleh Siswa

Harus dapat digunakan secara langsung oleh siswa sebagai sumber belajar dan pengayaan baik di sekolah maupun di rumah.

Pelatihan Guru TIK/ Ketrampilan

Pelatihan selama minimum 16 jam yang mencakup penggunaan bahan ajar TIK/ Ketrampilan dengan aplikasi ini dalam pembelajaran di kelas serta proses pengembangan bahan ajar baru.

No

Nama Peralatan Perangkat Lunak

Keterangan Detail / Spesifikasi

Jumlah

6

E-book, CD/VCD Module Filem Multimedia

Filem

Bahasan Matematika, IPA dan Teknologi

45 Keping

Bahasa

Dalam bahasa Indonesia atau memiliki terjemahan sebagai subtitlenya

7

Pedoman Praktikum Peralatan KIT Fisika SMP

Bahasa

Indonesia

1 Set

Konten

Sesuai dengan peralatan KIT Fisika SMP

Multimedia

Animasi prosedur suara dengan gambar

8

Aplikasi Ensiklopedia Elektronik

Cakupan

Setara dengan encyclopaedia Encarta

5 Paket

Lisensi

Sah (Legal) yang disertai dengan

Keaslian

Bukti/sertifikat yang sah dari pemilik teknologi

B. Perangkat keras

Hampir seluruh aspek kehidupan manusia saat ini tidak dapat dilepaskan dari teknologi, khususnya teknologi komputer. Dapat dilihat bahwa untuk menuliskan suatu dokumen, orang cenderung sudah meninggalkan mesin ketik manual dan sudah digantikan perannya oleh komputer. Kasir di suatu pertokoan besar (supermarket) sudah menggunakan peralatan otomatis berupa komputer yang didisain khusus untuk keperluan itu. Kumpulan lagu-lagu yang sebelumnya hanya dapat didengarkan melalui media kaset atau piringan hitam, saat ini sudah mulai dikemas dalam bentuk compact disk (CD) yang dapat didengarkan dengan menggunakan komputer multimedia. Belum lagi perkembangan teknologi komputer di bidang kesehatan yang maju sangat pesat untuk membantu diagnosa penyakit dan proses penyembuahnnya. Dan masih banyak lagi bidang-bidang kehidupan manusia yang saat ini sudah menggunakan peralatan komputer.

Definisi Komputer Istilah komputer mempunyai arti yang luas dan berbeda bagi setiap orang. Istilah komputer (computer) diambil dari bahasa Latin computare yang berarti menghitung (to compute atau to reckon).

Menurut Blissmer (1985), komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi.

Sedangkan menurut Sanders (1985), komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan di dalam memori. Dan masih banyak lagi ahli yang mencoba mendefinisikan secara berbeda tentang komputer. Namun, pada intinya dapat disimpulkan bahwa komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis.

Dari definisi tersebut terdapat tiga istilah penting, yaitu input (data), pengolahan data, dan informasi (output). Pengolahan data dengan menggunakan komputer dikenal dengan nama pengolahan data elektronik (PDE) atau elecronic data processing (EDP). Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan (fakta), dapat berupa angka-angka, huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan dari ketiganya. Data masih belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut.

Pengolahan data merupakan suatu proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berati, yaitu berupa suatu informasi. Dengan demikian, informasi adalah hasil dari suatu kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih bermakna dari suatu fakta. Oleh karena itu, pengolahan data elektronik adalah proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih bermakna berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik, yaitu komputer.

Sistem Komputer

Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.

Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan komputer itu sendiri, perangkat lunak adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.

Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa, hanya berupa benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi jika tidak ada manusia yang mengoperasikannya.

Perangkat Keras adalah bagian2 dari material komputer. Komponen2 ini mempunyai massa dan akan diinstalasi dengan obeng. Setiap perangkat keras memiliki garansi .

Sedangkan Perangkat Lunak adalah kebalikan dari Perangkat Keras yakni bagian2 yg non material dari komputer. Seperti : BIOS, Sistem operas dan program-program. Perangkat Lunak akan diinstalasikan ke dalam komputer melalui'Keyboard" dan "Mouse".Tidak ada perusahaan pembuat perangkat lunak yg bisa memberikan garansi bahwa perangkat lunaknya 100% tidak memiliki kesalahan.

Pengenalan Hardware Komputer Secara ringkas maka sistem komputer terdiri atas tiga bagian penting yaitu

  1. Perangkat keras: Unit pemrosesan sentral (CPU)/Perangkat keras: Prosesor
  2. Perangkat keras: Memori ROM dan RAM
  3. Perangkat keras: Input/Output

Dimana bagian CPU/Processor, Memori dan Port I/O terletak (terpasang) pada Mother Board, selanjutnya akan diperinci bagian-bagian dari Komputer tersebut :

Central Processing Unit / Processor

Merupakan bagian utama dari komputer karena processor berfungsi untuk mengatur semua aktifitas yang ada pada komputer. Satuan kecepatan dari processor adalah MHz (Mega Hertz) atau GHz(1000 MegaHertz), dimana semakin besar nilainya semakin cepat proses eksekusi pada komputer.

Memori

Memori berfungsi untuk menyimpan data dan program. Memori beraneka tipe dari yang tercepat aksesnya sampai yang terlambat.

  • Tercepat: Chace Memory dan Main Memory
  • Terlambat: Sekunder Memory

Selain menyatakan hubungan kecepatan, hirarki tersebut juga menyatakan hubungan – hubungan lain, yaitu :

  • Hubungan Harga : Semakin kebawah adalah harganya semakin murah. (Harga dihitung berdasarkan rupiah per bit data disimpan).
  • Hubungan Kapasitas : Semakin keatas umumnya kapasitasnya semakin terbatas.
  • Hubungan frekuensi pengaksesan : Semakin keatas semakin tinggi frekuensi pengaksesan.

Setiap kali pemroses melakukan eksekusi, pemproses harus membaca instruksi dari memori utama. Agar intruksi dapat dilakukan secara cepat maka harus diusahakan instruksi tersedia di memori pada hirarki berkecepatan akses lebih tinggi. Kecepatan eksekusi ini akan meningkatkan kinerja system. Untuk itu terdapat konsep memori dua level, yaitu ditampung dulu sementara di memori pada hirarki lebih tinggi.

C. Peralatan Pendukung Komputer

Untuk menghidupkan dan mematikan komputer, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu prosedur yang benar. Sebelum melakukan prosedur menghidupkan dan mematikan komputer, agar kelak kita dapat bekerja dengan nyaman, ada beberapa peralatan-peralatan tambahan yang dibutuhkan yaitu :

  • Instalasi Listrik yang baik, Instalasi listrik yang baik akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna komputer, gunakan kabel power untuk komputer yang benar-benar bagus kuat terhadap panas. Hindari penggunaan sumber power bersama-sama dengan peralatan elektronik lainnya, Hindari penggunaan kabel rol (gulung) karena kabel-kabel tersebut biasanya tidak kuat terhadap panas dan menyebabkan terjadinya konsleting atau kebakaran.
  • Stabilizer, Alat ini berfungsi untuk menstabilkan tegangan listrik yang masuk ke power supply komputer. Kita tidak mengetahui kalau tegangan listrik yang kita gunakan terkadang mengalami penurunan atau penaikan daya secara tiba-tiba, dengan menggunakan stabilizer hal tersebut dapat diantisipasi. Biasanya dalam stabilzer terdapat sikring, dan apabila tegangan yang masuk tiba-tiba mengalami kenaikan daya yang berlebihan biasanya sikring stabilizer akan putus sehingga komputer anda tetap terlindungi.
  • Uninteruptible Power Supply (UPS), Alat ini sebagai cadangan power (battery) apabila terjadi padam lampu. Untuk personal computer (PC) dimana hanya satu komputer, kita dapat menggunakan UPS portable dimana UPS ini dapat menyimpan power sekitar 3 s.d 5 Jam sehingga kita dapat melanjutkan pekerjaan.
  • Air Conditioner (AC), Sebenarnya alat ini sebagai pendingin ruangan, tapi alat ini sangat bermanfaat untuk mengurangi panas dalam komputer. Terutama laboratorium komputer yang terdiri dari beberapa komputer, perlu sekali menggunakan AC. Dengan AC komponen elektronik yang terdapat di dalam komputer akan tetap terjaga dengan aman yaitu tidak mengalami panas yang berlebihan.




5.21.2009

IQ, EQ DAN SQ

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rentang waktu dan sejarah yang panjang, manusia pernah sangat mengagungkan kemampuan otak dan daya nalar (IQ), bahkan sampai saat ini. Kemampuan berfikir dianggap sebagai primadona. Potensi diri yang lain diabaikan. Pola pikir dan cara pandang yang demikian telah melahirkan manusia terdidik dengan otak yang cerdas tetapi sikap, perilaku dan pola hidup sangat kontras dengan kemampuan intelektualnya. Banyak orang yang cerdas secara akademik tetapi gagal dalam pekerjaan dan kehidupan sosialnya. Mereka memiliki kepribadian yang terbelah. Di mana tidak terjadi integrasi antara otak dan hati. Kondisi tersebut pada gilirannya menimbulkan krisis multi dimensi yang sangat memprihatinkan.

Fenomena tersebut telah menyadarkan kita bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan otak dan daya pikir semata, malah lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Tentunya ada yang salah dalam pola pembangunan SDM selama ini, yakni terlalu mengedepankan IQ dengan mengabaikan EQ dan SQ. Oleh karena itu kondisi demikian sudah waktunya diakhiri, di mana pendidikan harus diterapkan secara seimbang, dengan memperhatikan dan memberi penekanan yang sama kepada IQ, EQ dan SQ. Hal inilah yang melatarbelakangi pembuatan makalah ini, dimana seseorang harus mengenal IQ, EQ, SQ dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan. Oleh karena itu, kami mengangkat makalah dengan judul “Mengenal IQ, EQ, dan SQ, serta Penerapannya dalam Kehidupan” ditujukan semata-mata untuk memberikan gambaran bagaimana mengenal IQ, EQ, dan SQ, serta bagaimana menyeimbangkan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

B. Rumusan Masalah

Sehubungan dengan latar belakang tersebut, maka masalahnya akan dirumuskan secara terperinci untuk mempermudah dalam merumuskan tujuan penulisan yang hendak dicapai. Adapun rumusan masalah penulisan adalah sebagai berikut :

ü Apakah kecerdasan itu ?

ü Apa pengertian IQ, EQ, dan SQ ?

ü Bagaimana hubungan antara IQ, EQ, dan SQ ?

ü Bagaimana menyeimbangkan IQ, EQ, dan SQ dalam perspektif Islam?

ü Bagaimana penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam kehidupan ?

ü Bagaimana peran IQ, EQ, dan SQ pada kesuksesan seseorang ?

BAB II

PEMBAHASAN

A. Kecerdasan

a. Pengertian Kecerdasan

Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Allah SWT kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan kecerdasannya, manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks, melalui proses berfikir dan belajar secara terus menerus. Dalam hal ini, sudah sepantasnya manusia bersyukur, meski secara fisik tidak begitu besar dan kuat, namun berkat kecerdasan yang dimilikinya hingga saat ini manusia ternyata masih dapat mempertahankan kelangsungan dan peradaban hidupnya.

Lantas, apa sesungguhnya kecerdasan itu ? Sebenarnya hingga saat ini para ahli pun tampaknya masih mengalami kesulitan untuk mencari rumusan yang komprehensif tentang kecerdasan. Dalam hal ini, C.P. Chaplin (1975) memberikan pengertian kecerdasan sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif. Sementara itu, Anita E. Woolfolk (1975) mengemukan bahwa menurut teori lama, kecerdasan meliputi tiga pengertian, yaitu :

(1) kemampuan untuk belajar;

(2) keseluruhan pengetahuan yang diperoleh;

(3) kemampuan untuk beradaptasi dengan dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan, diantaranya :

1. Lingkungan

2. Biologis

3. Budaya

4. Bahasa

5. Masalah Etika

c. Macam-macam Kecerdasan

Menurut Thomdike, kecerdasan manusia terbagi menjadi tiga, yaitu :

ü Kecerdasan Abstrak : Kemampuan memahami simbol matematika atau bahasa.

ü Kecerdasan Konkret : Kemampuan memahami objek nyata.

ü Kecerdasan Sosial : Kecerdasan untuk memahami dan mengelola hubungan manusia yang dikatakan menjadi akar istilah kecerdasan emosional.

Charles Handy menyebutkan bermacam-macam kecerdasan, diantaranya : Kecerdasan Logika (menalar dan menghitung), Kecerdasan Praktek (kemampuan mempraktekkan ide), Kecerdasan Verbal (bahasa komunikasi), Kecerdasan Musik, Kecerdasan Intrapersonal (berhubungan ke dalam diri), Kecerdasan Interpersonal (berhubungan ke luar diri dengan orang lain) dan Kecerdasan Spasial.

Pakar Psikologi Howard Gardher dan Associates mengatakan bahwa bermacam-macam kecerdasan manusia diantaranya : Kecerdasan Visual / Spasial, Kecerdasan Natural (kemampuan untuk menyelaraksan diri dengan alam), atau Kecerdasan Linguistik (kemampuan membaca, menulis, berkata-kata), Kecerdasan Logika (menalar atau menghitung), Kecerdasan Kinestik / Fisik (kemampuan mengolah fisik seperti penari, atlet, dll), Kecerdasan sosial yang dibagi menjadi Intrapersonal dan Interpersonal.

B. IQ , EQ , dan SQ

Kecerdasan yang paling utama dimiliki manusia adalah Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), dan Kecerdasan Spiritual (SQ). Berikut penjelasan secara rinci tentang kecerdasan-kecerdasan tersebut.

a. Intelligent Quotient ( IQ )

1. Pengertian

Kecerdasan Intelektual atau Inteligensi adalah kemampuan potensial seseorang untuk mempelajari sesuatu dengan menggunakan alat-alat berpikir. Kecerdasan ini ditemukan pada tahun 1912 oleh William Stem yang digunakan sebagai pengukur kualitas seseorang. Kecerdasan ini terletak di otak bagian Cortex (kulit otak ). Kecerdasan ini adalah sebuah kecerdasan yang memberikan kita kemampuan untuk berhitung, beranalogi, berimajinasi, dan memiliki daya kreasi serta inovasi.

Ada dua faktor inteligensi yang terdapat pada seseorang, yaitu :

ü General Ability : Kemampuan yang terdapat pada semua individu tapi dengan tingkatan yang berbeda satu sama lainnya.

ü Special Ability : Kemampuan yang berkaitan dengan bidang tertentu.

2. Klasifikasi Inteligensi

a). Tes Inteligensi

Untuk mengetahui IQ (Intelligence Quotient) seseorang, dilakukan tes inteligensi. Tes inteligensi menghasilkan IQ. IQ menggambarkan tingkat inteligensi. Cara penentuan IQ adalah berdasar CA (chronological age, usia kronologis) dan MA (mental age, umur mental). MA adalah skor mentah yang diperoleh berdasar tes inteligensi.

b). Inteligensi rata-rata orang

Inteligensi sebagian besar orang tergolong average (rata-rata). Mereka dapat memperoleh penjelasan yang rasional. Dalam keadaan sakit, kecerdasan orang tak dapat berfungsi penuh. Perlu petunjuk yang praktis, tanpa penafsiran yang macam-macam. Banyak yang mempengaruhi intelegensi, antara lain: amnesia (lupa terhadap pengetahuan masa lalu). Orang yang kecelakaan dimungkinkan untuk menurun inteligensinya serta stroke juga mempengaruhi inteligensi seseorang.

b. Emotional Quotient ( EQ )

Kecerdasan emosi adalah kapasitas, kemampuan, dan ketrampilan untuk menangkap atau menilai serta mengendalikan emosi diri sendiri, orang lain, dan kelompok. Akan tetapi, definisi akurat kecerdasan emosi masih merupakan rahasia yang belum terungkap dan masih berubah-ubah. Kecerdasan emosi merupakan suatu bangunan yang tersusun atas lima dimensi. Kelima dimensi itu adalah pengetahuan, pengelolaan hubungan, motivasi diri, empati dan pengendalian perasaan atau emosi. Kecerdasan ini di otak berada pada otak belakang manusia. Kecerdasan ini memang tidak mempunyai ukuran pasti seperti IQ, namun kita bisa merasakan kualitas keberadaannya dalam diri seseorang. Oleh karena itu EQ lebih tepat diukur dengan feeling.

Kecerdasan emosi penting untuk menangani situasi yang bermuatan emosi, suatu kondisi yang sering terjadi. Ini barangkali adalah bagian yang paling sulit dalam pengembangan kecerdasan seseorang. Muatan dari emosi negatif serta dampak dari kepercayaan diri, keberanian, dan kejujuran dapat diperoleh denganbaik melalui kecerdasan emosi. Keterampilan mengembangkan dan memanfaatkan kecerdasan emosi akan membentuk seperangkat kemampuan pokok yang mempengaruhi banyak isu bisnis yang vital bagi sensasi individu serta keberhasilan organisasi. Kecerdasan emosi merupakan faktor yang paling jelas mengatur pola kehidupan. Kecerdasan ini penting dalam pengelolaan emosi yang diperlukan untuk dapat membangun pola yang berhasil. Pengembangan kecerdasan emosi sangat penting bagi keberhasilan tingkah laku dan organisasi. Kecerdasan emosi merupakan penentu dalam pembentukan serta keberhasilan hubungan di masyarakat. Kecerdasan ini juga dapat menghilangkan perasaan takut, cemas, dan marah yang menghambat dalam pengendalian emosi.

Kompetensi utama kecerdasan emosi yang membuat seseorang memiliki kepribadian yang utuh adalah sebagai berikut.

1. Kesadaran-diri emosional: seberapa jauh kita mampu mengenali perasaan sendiri.

2. Ekspresi emosional: kemampuan mengekspresikan perasaan dan naluri.

3. Kesadaran akan emosi orang lain: kemampuan mendengarkan, merasakan atau mengintuisikan perasaan orang lain dari kata, bahasa tubuh, maupun petunjuk lain.

4. Kreativitas: berhubungan dengan berbagai sumberdaya non-kognitif yang dapat membantu menyalurkan ide baru, menemukan solusi alternatif dan cara efektif melakukan sesuatu.

5. Kegigihan/fleksibilitas/adaptabilitas: ulet dan tetap berhasrat serta berharap walaupun ada halangan.

6. Hubungan antarpribadi: menciptakan dan mempertahankan hubungan dengan orang-orang yang bersama kita supaya menjadi
realitas yang utuh.

7. Ketidakpuasan konstruktif: kemampuan tetap tenang dan
fokus dengan emosi yang tidak meningkat sekalipun dalam perselisihan.

8. Wawasan/ Optimisme: positif dan optimistik.

9. Belas kasihan/ empati: kemampuan berempati dan menghargai perasaan orang lain.

10. Intuisi: kemampuan mengenali, mempercayai, dan menggunakan perasaan kuat yang muncul dari dalam, serta respons kognitif lain yang dihasilkan oleh indera, emosi, pikiran, dan tubuh.

11. Kesengajaan: mengatakan apa maksud dan tekad untuk melaksanakan apa yang kita katakan; bersedia tahan terhadap gangguan dan godaan agar dapat bertanggung jawab atas segala tindakan dan sikap.

12. Radius kepercayaan: mempercayai bahwa seseorang itu “baik”, namun tidak juga terlalu mempercayai seseorang.

13. Kekuatan pribadi: yakin dapat menghadapi segala tantangan dan hidup sesuai dengan pilihan.

c. Spiritual Quotient ( SQ )

1. Pengertian

Kata spiritual memiliki akar kata spirit yang berarti roh. Kata ini berasal dari bahasa Latin, spiritus, yang berarti napas. Roh bisa diartikan sebagai energi kehidupan, yang membuat manusia dapat hidup, bernapas dan bergerak. Spiritual berarti pula segala sesuatu di luar fisik, termasuk pikiran, perasaan, dan karakter kita.

Kecerdasan spiritual berarti kemampuan seseorang untuk dapat mengenal dan memahami diri seseorang sepenuhnya sebagai makhluk spiritual maupun sebagai bagian dari alam semesta. Dengan memiliki kecerdasan spiritual berarti bisa memahami sepenuhnya makna dan hakikat kehidupan yang kita jalani dan ke manakah kita akan pergi.

Kecerdasan spiritual diyakini sebagai kecerdasan yang paling utama dibandingkan dengan berbagai jenis kecerdasan yang lain. Kecerdasan Spiritual (SQ) adalah Kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu Kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.

Kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia yang seutuhnya (hanif) dan memiliki pola pemikiran tauhidi (integralistik), serta berprinsip “hanya karena Allah”. Kecerdasan spiritual melintasi batas agama (religion). Meski demikian, pemaknaan yang mendalam dan lurus terhadap agama yang dianut akan menjadi landasan yang kuat bagi tumbuh dan berkembangnya suara hati dalam diri manusia.

2. Ciri-ciri SQ Tinggi

Zohar dan Marshall memberikan gambaran bagaimana tanda-tanda orang yang memiliki SQ tinggi, yaitu :

a) Kemampuan bersikap fleksibel (adaptif secara spontan dan aktif).

b) Tingkat kesadaran yang tinggi.

c) Kemampuan menghadapi dan memanfaatkan penderitaan.

d) Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa takut.

e) Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai.

f) Keengganan untuk menyebabkan kerugian yang tidak perlu.

g) Kecenderungan untuk melihat keterkaitan antara berbagai hal (berpandangan holistik).

h) Kecenderungan nyata untuk bertanya: “mengapa?” atau “bagaimana jika?” untuk mencari jawaban yang mendasar

i) Pemimpin yang penuh pengabdian dan bertanggungjawab.

j) Kemampuan menghayati keberadaan Tuhan.

k) Memahami diri secara utuh dalam dimensi ruang dan waktu

l) Memahami hakekat di balik realitas.

m) Menemukan hakikat diri

n) Tidak terkungkung egosentrisme.

o) Memiliki rasa cinta.

p) Memiliki kepekaan batin.

q) Mencapai pengalaman spiritual: kesatuan segala wujud, mengalami realitas non-material (dunia gaib).

C. Hubungan Antara IQ, EQ, dan SQ

a. Bagaimana IQ saja tanpa EQ ?

Banyak di dunia ini hanya diukur dari kecerdasan IQ saja. Padahal menurut penelitian para pakar, kecerdasan IQ hanya menyumbang 5% (maksimal 10%) dalam kesuksesan seseorang. Mulai dari kita belajar di Sekolah Dasar dari sistem NEM sampai kuliah dengan sistem IPK. Bahkan tidak jarang banyak perusahaan yang merekrut seseorang berdasarkan dari test IQ saja. Banyak orang di dunia ini yang pintar namun tidak mampu berkomunikasi secara perasaan kepada orang lain. Begitulah orang yang memiliki IQ tinggi tetapi tidak dibarengi dengan EQ. Bagaikan paku yang pernah dihujam ke sebatang kayu, walaupun bisa dicopot kembali namun lubang itu akan masih tetap ada. Disinilah EQ itu bekerja dan mampu memberikan kesuksesan dalam diri kita. EQ dan komunikasinya yang baik mampu memberikan apresiasi ke dalam diri sendiri dan orang lain. EQ membantu kita menjadi seseorang yang sukses dalam bersosial dan berkehidupan.

b. Bagaimana IQ dan EQ tanpa SQ ?

Telah kita ketahui bahwa IQ dan EQ saling berkaitan serta bagaimana keduanya apabila bekerja bersinergi. Namun apabila kedua kecerdasan tersebut tidak disinergikan dengan SQ maka akan berakibat fatal. SQ sendiri bukanlah untuk menjadi “ahli pertapa”, duduk termenung dan diam menikmati indahnya spiritualitas. Banyak orang cakap dan pintar di dunia ini, salah satunya adalah Hittler. Kita semua mengenal Hittler sebagai pemimpin yang handal. Mampu mempengaruhi sebagian belahan dunia untuk berada di dalam kekuasaannya. Perlu diketahui pula, hittler termasuk salah seorang pempimpin yang hebat dalam hal IQ dan EQ. Buktinya dia mampu dielu-elukan oleh para pengikutnya. Bahkan ada sebuah statemen yang berasal dari dia, “Seribu kebohongan akan menjadi satu kebenaran“. Namun dibalik kejayaannya, dia mempunyai niatan yang buruk. Tujuan yang tidak mulia. Itulah gambaran cakap IQ dan EQ namun tanpa SQ, tidak menyadari makna/value dalam diri serta siapa dirinya dan untuk apa dirinya diciptakan.

Bagaimana dengan koruptor? Tentu saja menjadi seorang koruptor harus memiliki EQ dan IQ yang baik. Dia cerdas dan harus jago berstrategi. Jago bernegosiasi, berkomunikasi, dan mampu merebut hati orang untuk mau diajak berspekulasi dan berkompromi dengannya. Semangat juang tinggi? Tentu, mereka nampak selalu prima dan percaya diri. Namun akhlak dan moralnya? Masih bobrok. Itulah cakap IQ dan EQ namun tidak memiliki SQ. Bahkan menurut sebuah penelitian, kunci terbesar seseorang adalah dalam EQ yang dijiwai dengan SQ. Banyak seseorang yang diPHK dari pekerjaannya bukan karena mereka tidak pintar, bukan karena mereka tidak pintar mengoperasikan sesuatu, bahkan bukan karena ketidak mampuannya berkomunikasi. Tetapi karena tidak memiliki integritas. Tidak jujur dan tidak bertanggung jawab.

IQ digambarkan sebagai “What I think?“, EQ “What I Feel”, dan SQ adalah kemampuan menjawab “Who I am“. Siapa saya? Dan untuk apa saya diciptakan. Tuhan Maha Adil, sebenarnya kita memiliki semua kecerdasan ini tetapi tidak pernah kita asah bahkan kita munculkan. Untuk menjadi seorang pribadi yang sukses kita harus mampu menggabungkan dan mensinergikan IQ, EQ, dan SQ. Ilmu tanpa hati adalah buta, sedangkan ilmu tanpa hati dan jiwa adalah hampa. Ilmu, hati, dan jiwa yang bersinergi itulah yang memberikan makna.

D. Keseimbangan IQ, EQ dan SQ dalam Perspektif Islam

Kecerdasan intelektual adalah kemampuan intelektual, analisa, logika dan rasio. Berfikir adalah media untuk menambah perbendaharaan/khazanah otak manusia. Manusia memikirkan dirinya, orang-orang di sekitarnya dan alam semesta. Dengan daya pikirnya, manusia berupaya mensejahterakan diri dan kualitas kehidupannya. Pentingnya mendayagunakan akal sangat dianjurkan oleh Islam. Tidak terhitung banyaknya ayat-ayat al-Qur'an dan Hadis Rasulullah SAW yang mendorong manusia untuk selalu berfikir dan merenung. Redaksi al-Qur'an dan al-Hadis tentang berfikir atau mempergunakan akal cukup variatif. Ada yang dalam bentuk khabariah, insyaiyah, istifham inkary. Semuanya itu menunjukkan betapa Islam sangat concern terhadap kecerdasan intelektual manusia. Manusia tidak hanya disuruh memikirkan dirinya, tetapi juga dipanggil untuk memikirkan alam jagad raya. Dalam konteks Islam, memikirkan alam semesta akan mengantarkan manusia kepada kesadaran akan ke-Mahakuasaan Sang Pencipta (Allah SWT). Dari pemahaman inilah tumbuhnya Tauhid yang murni ."Agama adalah akal, tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal" hendaknya dimaknai dalam konteks ini.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi koneksi dan pengaruh yang manusiawi. Dapat dikatakan bahwa EQ adalah kemampuan mendengar suara hati sebagai sumber informasi. Kecerdasan emosional mengajarkan tentang integritas kejujuran komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mental kebijaksanaan dan penguasaan diri. Dalam bahasa agama , EQ adalah kepiawaian menjalin "hablun min al-naas". Pusat dari EQ adalah "qalbu". Keharusan memelihara hati agar tidak kotor dan rusak, sangat dianjurkan oleh lslam. Hati yang bersih dan tidak tercemar lah yang dapat memancarkan EQ dengan baik. Di antara hal yang merusak hati dan memperlemah daya kerjanya adalah dosa. Oleh karena itu ayat-ayat al-Qur'an dan Hadis Rasulullah SAW banyak bicara tentang kesucian hati.

kecerdasan spiritual merupakan kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah- langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah dalam upaya menggapai kualitas dan ikhlas. Kalau EQ berpusat di hati, maka SQ berpusat pada "hati nurani" (Fuad/dhamir). Mengacu kepada paparan di atas, dapat ditegaskan bahwa Islam memberikan apresiasi yang tinggi terhadap SQ. Tinggal lagi bagaimana manusia memelihara SQ-nya agar dapat berfungsi optimal.

Oleh karena Islam memberikan penekanan yang sama terhadap " hablun min Allah " dan "hablun min al-naas ", maka dapat diyakini bahwa keseimbangan IQ, EQ dan SQ merupakan substansi dari ajaran Islam. Jika selama ini orang Islam sadar atau tidak, turut mengagungkan dan memberi penekanan terhadap pendidikan akal dengan mengenyampingkan pendidikan hati dan hati nurani berarti orang Islam telah mengabaikan semangat dan ajaran agamanya.

keseimbangan IQ, EQ dan SQ merupakan substansi dari ajaran Islam. Dengan IQ, manusia disuruh berfikir untuk hal yang positif, memikirkan kekuasaan Allah sehingga dapat mensyukurinya. Dengan EQ, manusia harus memelihara hati agar tidak kotor dan rusak, serta bersifat terpuji. Dengan SQ, manusia harus menempatkan perilaku dan hidupnya dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, mampu menilai bahwa tindakan mana yang bermanfaat dan tidak menimbulkan kemaksiatan.

E. Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam Kehidupan

Sekarang ini kebanyakan manusia menganggurkan kecerdasan yang mereka miliki. Punya mata hanya untuk melihat tetapi tidak untuk memperhatikan, punya perasaan hanya untuk merasakan tetapi tidak untuk menyadari, punya telinga hanya untuk mendengar tetapi tidak untuk mendengarkan dan seterusnya. Oleh sebab itu, berbagai kecerdasan yang dimiliki haruslah dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai disia-siakan.

IQ, EQ, dan SQ bisa digunakan dalam mengambil keputusan tentang hidup kita. Seperti yang kita alami setiap hari, keputusan yang kita buat berasal dari berbagai proses, diantaranya :

a. Merumuskan keputusan.

b. Menjalankan keputusan tersebut.

c. Menyikapi hasil pelaksanaan keputusan itu.

Rumusan keputusan itu seyogyanya didasarkan pada fakta yang kita temukan di lapangan realita (apa yang terjadi), bukan berdasarkan pada kebiasaan atau preferensi pribadi suka atau tidak suka.

Kita bisa menggunakan IQ yang menonjolkan kemampuan logika berpikir untuk menemukan fakta obyektif, akurat, dan untuk memprediksi resiko, melihat konsekuensi dari setiap pilihan keputusan yang ada. Rencana keputusan yang hendak kita ambil merupakan hasil dari penyaringan logika, juga tidak bisa begitu saja diterapkan, semata-mata demi kepentingan dan keuntungan diri kita sendiri. Bagaimana pun, kita hidup bersama dan dalam proses interaksi yang konstan dengan orang lain. Oleh sebab itu, salah satu kemampuan EQ, yaitu kemampuan memahami (empati) kebutuhan dan perasaan orang lain menjadi faktor penting dalam menimbang dan memutuskan. Kemudian dengan SQ kita dapat menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, serta untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup apa yang lebih bermakna supaya tidak sia-sia.

Banyak fakta dan dinamika dalam hidup ini yang harus dipertimbangkan. Kita pun sering menjumpai kenyataan, bahwa faktor human touch, turut mempengaruhi penerimaan atau penolakan seseorang terhadap kita (perlakuan kita, ide-ide atau bahkan bantuan yang kita tawarkan pada mereka). Salah satu contoh kongkrit, di Indonesia, budaya “kekeluargaan” sangat kental mendominasi dan mempengaruhi perjanjian bisnis, atau bahkan penyelesaian konflik. Ini merupakan salah satu pengaplikasian orang yang menggunakan IQ, EQ dan SQ dalam mengambil keputusan.

Perlu diakui bahwa IQ, EQ dan SQ adalah perangkat yang bekerja dalam satu kesatuan sistem yang saling terkait (interconnected) di dalam diri kita, sehingga tak mungkin juga kita pisah-pisahkan fungsinya. Berhubungan dengan orang lain tetap membutuhkan otak dan keyakinan sama halnya dengan keyakinan yang tetap membutuhkan otak dan perasaan. Meskipun keputusan yang dibuat harus berdasarkan pengetahuan dan keyakinan sekuat batu karang, tetapi dalam pelaksanaannya, perlu dijalankan se-fleksibel orang berenang.

Aplikasi keputusan dengan IQ, EQ, dan SQ ini hanyalah satu dari sekian tak terhitung cara hidup, dan seperti kata Bruce Lee, strategi yang paling baik adalah strategi yang kita temukan sendiri di dalam diri kita. “Kalau kamu berkelahi hanya berpaku pada penggunaan strategi yang diajarkan buku di kelas, namanya bukan berkelahi (tetapi belajar berkelahi)”.

Kecerdasaan Intelektual ( IQ ) anak telah ditumbuh kembangkan di sekolah, misalnya melatih keterampilan teknis dan pengetahuan ilmiah anak. Lalu, bagaimana dengan EQ dan SQ ?

a. Melatih Kecerdasan Emosi Anak

Kini orang tua semakin peduli dengan karakter anak. Para orang tua semakin sadar dan yakin bahwa keberhasilan anak tidak lagi cukup dengan ketrampilan teknis dan pengetahuan ilmiah, namun juga dengan kemampuan pengendalian diri dan hidup bermasyarakat.

Secara garis besar ada dua hal utama dalam kecerdasan emosi, yaitu :

1. Mengenalkan dan mengajarkan berbagi jenis emosi kepada anak

Tips sederhana dalam mengajarkan kecerdasan emosi adalah dengan sering menyebutkan berbagai jenis emosi kepada anak. Misalnya anak sedang cemberut, maka sebagai orang tua kita dapat menegaskan situasi emosi tersebut kepada anak, misalnya dengan menanyakan, “Adik cemberut, apa sedang kesal? Adik kesal apa karena Ibu melarang nonton TV?” Dengan demikian anak dipandu untuk terbiasa mengenali kondisi emosi dirinya dan penyebab munculnya emosi itu.

2. Mengelola emosi

Setelah anak tersebut tahu berbagai macam emosi yang ada pada diri seseorang, langkah selanjutnya adalah mengajarkan kepada anak bagaimana mengelola emosi tersebut.

Tips sederhana untuk mengelola emosi adalah Ketika orang tua marah, sedih, bingung, kesal, gembira, dan situasi emosi lainnya, orang tua juga perlu menyampaikan alasannya. Misalnya, seorang anak bermain dan tidak membereskan mainannya setelah selesai, sang Ibu bisa berkata, “Adik, Ibu sangat kesal melihat mainan yang berantakan, karena Ibu menjadi repot membereskannya. Ibu akan senang kalau Adik membantu Ibu membereskan mainan sendiri.” Dengan pernyataan itu sang anak akan belajar mengenali situasi emosi ibunya (kesal), sebab munculnya (mainan berantakan), dan mengapa sebab tersebut menyebabkan munculnya emosi tertentu (kesal karena repot membereskannya). Perlu ditunjukkan ekspresi yang sesuai dengan emosi saat melatih anak kecil (kalau kesal ya jangan tersenyum, namun tunjukkan wajah serius dan cemberut). Semakin dewasa nanti semakin mungkin menyampaikan emosi dengan ekspresi yang berlawanan misalnya dalam bentuk sindiran (kesal, namun tersenyum).

Apabila anak sedari dini usia telah sering dilatih untuk peka dalam mengenali emosi, maka semakin dewasa akan semakin mudah mengenali emosi, dan akhirnya dapat menyesuaikan sikapnya dengan situasi emosi yang ada.

b.Melatih Kecerdasan Spiritual Anak

Jika anak balita memiliki SQ paling tinggi, dia jujur mengungkapkan sesuatu beradsarkan apa yang ada di lubuk hatinya. Bila tak suka, anak balita akan bilang tak suka, tak memanipulasi jawabannya. Sejalan bertambahnya usia, SQ akan menurun, karenanya orangtua harus terus mengajarkan anak untuk mengembangkan SQ-nya, misal mengajarkan anak bahwa kakak menolong adik bukan karena dilandasi kewajibannya sebagai kakak semata, namun dilandasi nilai kasih sayang pada adik.

Kemampuan IQ tinggi dengan dibarengi EQ belum cukup jika tidak dibarengi oleh SQ. Misalnya pada kasus mengejar uang dan jabatan dengan cara mengabaikan apakah intelektual dan emosi yang digunakan telah menyingggung atau merugikan orang lain.

Pakar Sosilog anak DR Howard Gardner dalam riset yang dilakukannya mendapati adanya kecerdasan anak yang majemuk. Dalam kesimpulannya, tidak ada anak bodoh dan pintar. "Yang ada anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan" ujarnya.Sikap dan pengetahuan orangtuanyalah yang menentukan apakah potensi kecerdasan anak akan berkembang atau justru padam.

F. Peran IQ, EQ, dan SQ pada Kesuksesan

kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan otak dan daya pikir semata, malah lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Tentunya ada yang salah dalam pola pembangunan SDM selama ini, yakni terlalu mengedepankan IQ, dengan mengabaikan EQ dan SQ. Oleh karena itu kondisi demikian sudah waktunya diakhiri, di mana pendidikan harus diterapkan secara seimbang, dengan memperhatikan dan memberi penekanan yang sama kepada IQ, EQ dan SQ.

Pendidikan sekolah bukan lagi satu-satunya tumpuan keberhasilan seseorang dalam meraih kebahagiaan. Sistem pendidikan yang dikenal selama ini hanya menekankan pada nilai akademik, kecerdasan otak saja. Siswa dituntut belajar mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi sekedar supaya memeroleh nilai bagus yang dapat dijadikan bekal mencari pekerjaan. Kecerdasan IQ ditengarai tidak berjalan seimbang dengan dua kecerdasan lainnya, yakni kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual. Di sisi lain, dijumpai kekerasan dan penyimpangan perilaku. Keahlian dan pengetahuan saja tidaklah cukup, perlu ada pengembangan kecerdasan emosi, seperti inisiatif, optimis, kemampuan beradaptasi. EQ dengan garis hubung antara manusia dengan manusia yang lain. Sedangkan SQ, hubungan manusia dengan Tuhan. Tiga kecerdasan tersebut tidak bisa dipisahkan. Ketika seseorang berhasil meraih kesuksesan dengan memaksimalkan IQ dan EQ, seringkali ada perasaan hampa dalam kehidupan batinnya, karena mereka tidak memuat SQ.

Peran IQ, EQ, dan SQ diantaranya dapat meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja. Bahkan bisa merubah budaya ketidakdisplinan menjadi disiplin dan meningkatkan rasa tanggung jawab karyawan terhadap perusahaan tempat ia bekerja. Metodologi training yang diterapkan akan menuntun peserta membangkitkan 7 nilai dasar, yakni kejujuran, keadilan, kedisiplinan, tanggung jawab, visioner, kerjasama, dan kepedulian. Tujuh nilai dasar itu sebenarnya sudah ada dalam diri manusia. Sehingga melalui pelatihan akan menghasilkan peningkatan secara berkesinambungan dan berkelanjutan seumur hidup.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

ü kecerdasan adalah kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif, kemampuan untuk belajar; keseluruhan pengetahuan yang diperoleh, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya.

ü Kecerdasan Intelektual (IQ) atau Inteligensi adalah kemampuan potensial seseorang untuk mempelajari sesuatu dengan menggunakan alat-alat berpikir.

ü Kecerdasan emosi (EQ) adalah kapasitas, kemampuan, dan ketrampilan untuk menangkap atau menilai serta mengendalikan emosi diri sendiri, orang lain, dan kelompok.

ü Kecerdasan spiritual (SQ) kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu Kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.

ü orang yang memiliki IQ tinggi tetapi tidak dibarengi dengan EQ, bagaikan paku yang pernah dihujam ke sebatang kayu, walaupun bisa dicopot kembali namun lubang itu akan masih tetap ada. Disinilah EQ itu bekerja dan mampu memberikan kesuksesan dalam diri kita. EQ dan komunikasinya yang baik mampu memberikan apresiasi ke dalam diri sendiri dan orang lain. EQ membantu kita menjadi seseorang yang sukses dalam bersosial dan berkehidupan. Namun tanpa SQ, tidak menyadari makna/value dalam diri serta siapa dirinya dan untuk apa dirinya diciptakan.

ü keseimbangan IQ, EQ dan SQ merupakan substansi dari ajaran Islam. Dengan IQ, manusia disuruh berfikir untuk hal yang positif, memikirkan kekuasaan Allah sehingga dapat mensyukurinya. Dengan EQ, manusia harus memelihara hati agar tidak kotor dan rusak, serta bersifat terpuji. Dengan SQ, manusia harus menempatkan perilaku dan hidupnya dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, mampu menilai bahwa tindakan mana yang bermanfaat dan tidak menimbulkan kemaksiatan.

ü Contoh penerapan IQ, EQ, dan SQ bisa digunakan dalam mengambil keputusan tentang hidup kita. Kita bisa menggunakan IQ yang menonjolkan kemampuan logika berpikir untuk menemukan fakta obyektif, akurat, dan untuk memprediksi resiko, melihat konsekuensi dari setiap pilihan keputusan yang ada. Kita bisa menggunakan EQ dengan menonjolkan kemampuan memahami (empati) kebutuhan dan perasaan orang lain menjadi faktor penting dalam menimbang dan memutuskan. Kemudian dengan SQ kita dapat menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, serta untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup apa yang lebih bermakna supaya tidak sia-sia.

ü Peran IQ, EQ, dan SQ selain memiliki pengetahuan dan keterampilan, diantaranya dapat meningkatkan motivasi, meningkatkan rasa tanggung jawab, membangkitkan nilai-nilai dasar pada diri seseorang, yakni kejujuran, keadilan, kedisiplinan, tanggung jawab, visioner, kerjasama, dan kepedulian. Sehingga akan menghasilkan manusia yang berkualitas dan profesional secara berkesinambungan dan berkelanjutan seumur hidup. Inilah peran IQ, EQ,dan SQ yang menjadi salah satu kunci sukses seseorang.

B. Saran

ü Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Allah SWT kepada manusia, gunakanlah kecerdasan itu dengan sebaik-baiknya dalam hal kebajikan.

ü Sebagai pendidik (calon pendidik), dalam mewujudkan diri sebagai pendidik yang profesional dan bermakna, tugas kemanusiaan kita adalah berusaha membelajarkan para peserta didik untuk dapat mengembangkan segenap potensi (fitrah) kemanusian yang dimilikinya, melalui pendekatan dan proses pembelajaran yang bermakna (SQ), menyenangkan (EQ) dan menantang atau problematis (IQ), sehingga pada gilirannya dapat dihasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas baik dari otak maupun hatinya.

ü Untuk menjadi seorang pribadi yang sukses kita harus mampu menggabungkan dan mensinergikan IQ, EQ, dan SQ. Ilmu tanpa hati adalah buta, sedangkan ilmu tanpa hati dan jiwa adalah hampa. Ilmu, hati, dan jiwa yang bersinergi itulah yang memberikan makna.


DAFTAR PUSTAKA

Agustian ,Ary Ginanjar. 2001. ESQ Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam ; Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Sipritual. Jakarta : Arga.

Agustian, Ary Ginanjar. 2002. Emotional Spiritual Quoteint (ESQ). Jakarta : Arga

Makmun ,Abin Syamsuddin. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Rosda Karya Remaja.

Artati,yulia. 2006. kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosi (EQ) & Kecerdasan Spiritual (SQ). The Mail Archive (Online), (http://www.mail-archive.com/wanita-muslimah@yahoogroups.com/msg16646.html, diakses tanggal 10 Mei 2009).

Sudrajat, Ahmad. 2008. IQ, EQ dan SQ; dari Kecerdasan Tunggal ke Kecerdasan Majemuk.artikel, berita, bimbingan dan konseling, KTSP, makalah, opini, pendidikan, psikologi pendidikan, umum (Online) (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/iq-eq-dan-sq-dari-kecerdasan-tunggal-ke-kecerdasan-majemuk/ , diakses tanggal 10 Mei 2009).