
Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat. Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut selalu dibiasakan dalam kehidupan seseorang sehingga tak heran perubahan akan sulit dilakukan.
Kekerasan yang muncul dalam praktik intern suatu budaya merupakan jenis kekerasan yang paling sulit diidentifikasi, terlebih untuk ditangani. Hal ini disebabkan karena kekerasan tersebut sudah membudaya di masyarakat. Sebagai contoh, banyak kekerasan domestik yang terjadi karena rasa tertekan, merasa bahwa perceraian menjadi suatu hal yang biasa tetapi konsultasi kepada konsultan perkawinan juga dianggap membocorkan rahasia keluarga. Akibatnya terjadilah KDRT. Contoh lain adalah pada saat saya kecil, saya masih menyaksikan pemasungan anggota keluarga tetangga saya yang mengalami gangguan mental. Tetangga saya tersebut merasa malu membawa anaknya berobat dan lebih memilih mengurungnya dengan jalan membelenggu tangan dan kakinya dengan gelondongan kayu dan rantai di kamar.
Dari contoh diatas, kita ketahui bahwa praktik-praktik tradisional yang mengakar di masyakat dewasa ini membatasi hak-hak manusia serta sering mengakibatkan penderitaan mereka karena adanya kekerasan dan bahkan kematian tetap tersebar luas di seluruh kawasan. Untuk itu dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya tidak boleh dijadikan dasar alasan bagi seseorang untuk menindas hak maupun harga diri seseorang sebab pada dasarnya manusia berkedudukan sama di depan Tuhan.Hal inilah yang menjadikan landasan agar setiap pihak dapat saling menghargai perannya masing-masing didalam kehidupan ini, baik dia adalah seorang laki-laki maupun perempuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar